Halaman

Rabu, 04 Januari 2012

Lingkungan perbankan, persiangan dan arsitektur perbankan Indonesia

Minggu ke 1

Perbankan Indonesia dalam menjalankan fungsinya berasaskan prinsipkehati-hatian. Fungsi utama perbankan Indonesia adalah sebagai penghimpundan penyalur dana masyarakat serta bertujuan untuk menunjang pelaksanaanpembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan pembangunandan hasil-hasilnya, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional, kearahpeningkatan taraf hidup rakyat banyak.Berdasarkan undang-undang, struktur perbankan di Indonesia, terdiri atasbank umum dan BPR. Perbedaan utama bank umum dan BPR adalah dalam halkegiatan operasionalnya. BPR tidak dapat menciptakan uang giral, dan memiliki jangkauan dan kegiatan operasional yang terbatas. Selanjutnya, dalam kegiatanusahanya dianut dual bank system, yaitu bank umum dapat melaksanakankegiatan usaha bank konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah.Sementara prinsip kegiatan BPR dibatasi pada hanya dapat melakukan kegiatanusaha bank konvensional atau berdasarkan prinsip syariah

Lingkungan perbankan sangat berpengaruh pada kinerja PT. Certis Cisco hal inidisebabkan kerena dunia kerja perusahaan yang harus berinteraksi dg duniaperkembangan perbankan. Membaiknya perekonomian Indonesia akan memberikanpeluang kepada para investor untuk kembali bermain di Bursa. Bagi perusahaan yangmencari dana segar, pasar modal memberikan peluang untuk mencari dana yang murahselain dari sektor perbankan, seperti yang kita kenal selama ini. Dalam menjalankankegiatan operasinya suatu perusahaan dapat menggunakan sumber dana dari pihakinternal maupun eksternal perusahaanDengan adanya proporsi yang tepat antara modalpinjaman jangka panjang dan modal sendiri yang ada dalam perusahaan, makadiharapkan nilai perusahaan akan menjadi maksimal terutama dalam aspek finansialnya.Pada waktu terjadi krisis keuangan Global beberapa saat lalu perusahaan menganalisisdampak pengaruh krisis keuangan global terhadap sector financial dan hasilnya sebagaiberikut:

  •  Angka kerugian di sector financial dilaporkan lebih besar dari pada di sectormanufaktur,di Amerika serikat krisis global telah mendorong sector financialmerugi dengan hilangnya asset mereka hingga 50 triliun dolar AS. KeadaanIndonesia tidak jaug dari AS dimana,krisis global telah menggerus laba BUMN danmenyebabkan konglomerat Indonesia kehilangan sekitar 60% kekayaannya danmengakibatkan kurang lebih 30.000 pekerja kehilangan pekerjaan/penghasila.
  • Pasar saham dan pasar modal Indonesia pun mengalami kelesuan. Akibat terpuruknya harga saham,kerugian yang dialami investor di pasar modal, seperti dilaporkan Infobank, sudah mencapai Rp 457,31triliun hanya dalam kurun Oktober 2007-September 2008 karena kapitalisasi pasar anjlok dari Rp. 1.464,32 triliun menjadi Rp 1.007,01 triliun..Dalam setahun (akhir 2008 dibandingkan dengan akhir 2007), kerugian mencapai Rp911,83 triliun (Kompas, 4 April 2009). 
  • Keadaan sektor finansial makin memburuk ketika banyak perbankan mengalami keketatan likuiditas.Terdapat penurunan kepercayaan kepada perbankan akibat banyak kasus yang menimpa sejumlahbank seperti yang terjadi pada Bank Century dan Bank IFI. Hal inilah yang menyebabkan perbankanlebih berhati-hati sehingga cenderung memilih yang paling aman dengan menjaga likuiditas lebih tinggidari yang dibutuhkan dan memilih menaruh dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ketimbangmeminjamkan kepada bank lain yang kekurangan likuiditas atau melakukan ekspansi kredit ke nasabah
 Dikutip Dari:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar